Friday, December 25, 2015

Resensi Novel Pudarnya Pesona Cleopatra

Wanita Berparas Cantik Berhati Mulia

Judul Buku      : Pudarnya Pesona Cleopatra
Penulis             : Habiburrahmn El Shirazy
Negara             : Indonesia
Bahasa             : Indonesia
Genre               : Romantis
Penerbit           : Jakarta : Republika
Tanggal terbit   : 2005
Halaman          : viii, 110 halaman
ISBN                : ISBN 979-3604-00-x

Sinopsis 1 (Pudarnya Pesona Cleopatra)
 

    Cerita ini menggisahkan seorang lelaki lulusan universitas ternama di Kairo Mesir, Yang tergila-gila dengan kecantikan paras wanita-wanita Mesir yang sungguh menawan baginya. Hingga pada suatu hari, Ibunya memintanya untuk menikahi Raihana, anak dari teman karib ibunya saat nyantri di Mangkuyundan Solo. Beliau sangat ingin putranya menikah dengan  Raihana anak teman karibnya itu. Pada awalnya dia (tokoh utama) sangat berat hati untuk mengabulkan keinginan ibunya tersebut, karna sebelumya meraka belum pernah bertemu satu sama lain ditambah lagi keputusan tersebut akan menentukan masadepan dia dan keluarganya. Dengan berat hati dan tidak adanya rasa cinta kepada calon isterinya tersebut, dia menyetujui keinginan ibunya tersebut dengan niat demi kebahagiaan ibunya dan rasa hormat kepada orang tua agar tidak dianggap sebagai anak yang durhaka.
    Pada awal bulan pernikahan mereka, semua keadaan, hubungan, dan rumah tangga mereka  baik-baik saja. Hingga pada akhirnya memasuki bulan ke empat, dia mulai merasa muak dengan kehidupannya bersama isterinya yang tidak dia cintai. Hingga suatu hari, ia memanggil istrinya dengan sebuatan mbak. Panggilan akrab untuk orang lain, namun bukan untuk seorang isteri. Pada saat itu Raihana sangat kaget mendengar suaminya memanggilnya dengan panggilan mbak. Segera Raihana memeluk kedua kami suaminya untuk meminta maaf atas kesalahannya yang sebenarnya dia tak pernah berbuat kesalahan kepada suaminya, agar suaminya membukakan sedikit pintu hatinya untuk Raihana. Entah kenapa dia (tokoh utama) selalu membayangkan dan mengistimewakan kecantikan paras wanita Mesir sehingga dia menghiraukan segala ketulusan dan cinta Raihana kepadanya. Hingga pernah atau bahkan sering berangan-angan dapat menikah menikah dengan wanita Mesir yang sangan cantik parasnya. Setelah beberapa bulan kejadian tersebut akhirnya Raihana mendapat momongan.
     Pada saat usia kehamilan Raihana memasuki usia enam bulan, ia meninta izin kepada suaminya untuk tinggal bersama kedua orang tuanya dengan alasan kesehatan. Mulanya, selama  dua bulan tanda didampingi seorang isteri, hidupnya (tokoh utama) terasa bebas dan lepas dari masalahnya yang membuatnya frustasi. Hingga pada akhirnya Allah SWT memberinya sebuah hidayah dan menyadarkannya dari kehausan akan kecantikan paras wanita-wanita Mesir. Namun semua itu telah terlambat, saat ia (tokoh utama) ingin menemui isterinya di rumah mertuanya, yang ia dapatkan dirumah mertuanya  bukanlah sambutan hangat dari isteri dan mertuanya, namun kesedihan dan penyesalan yang sangat mendalam yang ia dapat. Ibu mertuanya mengajaknya kesebuah gundukan tanah yang masih baru di kuburan di pinggiran desa. Diatas gundukan tanah tersebut terdapat dua buah batu nisan yang bertuliskan nama Raihana.

Sinopsis 2 (Setetes Embun Cinta Niyala)

Pada judul novel mini ke dua ini menceritakan seorang gadis yang bernama Niyala, ia adalah seorang gadis yang baik, solehah dan juga cerdas. Ia juga seorang gadis cantik yang tak lama lagi akan mendapatkan gelar S1 sebagai dokter disalah satu universitas negeri di Jakarta. Niyala tinggal bersama ibu angkatnya di Jakarta. Ibu kandungnya telah meninggal saat Niyala masih kecil, ibu angkatnya Niyala atau yang biasa Niyala panggil dengan sebutan Umi adalah sahabat karibnya ibu kandung Niyala. Bertahun-tahun Niyala tinggal bersama Umi, sehinnga Niyala menganggap Umi sebagai ibu kandungnya, begitu juga Umi yang telah mengaggap Niyala sebagai putri kandungnya. Umi sangat menyayangi Nilaya sebagai mana Umi menyayangi Faiq, anak satu-satunya Umi.
    Tiga hari sebelum diwisudanya Niyala, ia mendapat sepucuk surat dari ayahnya dari  desa pedalaman Sumatera. Sepucuk surat yang dapat membuat masa depannya hancur berantakan, sepucuk surat yang berisikan bahwasanya ayah Niyala mengharapkan sebuah pertolongan yang sangat berarti baginya, yaitu membatu membayarkan hutang-hutang ayahnya kepada Pak Haji Cosmas dengan cara menjadikan Roger, putra Pak Haji Cosmas sebagai suaminya. Tentulah perasaan Niyala saat itu hancur berantakan, sedih, kecewa, bingung semuanya bercampur menjadi satu. Rasa sakit yang teramat dalam membuat badannya lemas untuk sesaat, tulang-tulangnya terasa ngilu seperti diremuk-remuk dengan palu godam.
    Untuk sesaat, Niyala merasa seperti seorang perempuan yang paling menderita di dunia. Di dalam hatinya, ia sangat tak ingin dipersunting dengan Roger, karna terdapat pengalaman yang teramat pahit yang takkan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Niyala bingung harus meminta pertolongan siapa agar dia tidak jadi dijodohkan dengan Roger, ia tak ingin Umi merepotkan Umi tuk kesekian kalinya. Dihari berikutnya, Umi mengajaknya ke bandara untuk menjemput kakak angkatnya Faiq, yang baru lulus dari salah satu universitas di Mesir.
    Tepat sehari sebelum Niyala diwisuda, saat dia dan Faiq akan menjemput ayahnya Niyala  di Pulo Gadung, dia menceritakan semua permasalahnya kepada kakaknya dan meminta Faiq kakaknya untuk menolongnya keluar dari permasalahan yang rumit itu. Pada awalnya Faiq menolak untuk menolong adik angkatnya itu karna pada kenyataannya dia harus berbohong kepada orang tua Niyala dan orang tuanya sendiri. Namun pada akhirnya Faik ingin membantu adik angkatnya tersebut dengan caranya sendiri, tanpa dijelaskan terlebih dahulu kepada Niyala rencana apa yang akan digunakan Faiq untuk membantu adiknya tersebut. Pada malam harinya saat keluarga Niyala dan keluarga Faiq berkumpul dimeja makan untuk membahas permasalahan Niyala untuk dibawa pulang ke kampung halamannya, pada saat itu keadaannya sangat lah tegang, pada saat itu juga Faiq menjelaskan kepada Umi dan keluarga Niyala bahwa dia ingin menjadikan Niyala sebagai pendamping hidupnya, semua sangat tercengang mendengar pengakuan Faiq termasuk Niyala yang tidak tahu-menahu mengenai pernikahan itu. Faiq meminta restu kepada Umi orang tuanya sendiri dan juga meminta restu kepada orang tua Niyala, terjadi sedikit konflik pada saat itu, namun dengan penjelasan yang dapat memikat hati orang-orang yang ada di sana, akhirnya malam itu juga Faiq mempersunting Niyala dengan berbagai kejutan yang tak terduga dan berbagai kejutan yang membuat malam pernikahan mereka penuh dengan air mata kebahagiaan.

Kelemahan 

Kelemahan dari novel ini dapat kita lihat dari sampul buku yang hanya bertuliskan salah satu judul yang terdapat didalam novel ini. Dalam satu buku novel ini, ternyata terdapat dua judul novel yang jalan ceritanya tidak ada kaitannya dari judul novel pertama ke judul novel kedua. Sehingga membuat pembaca kecewa dan tidak menyangka bahwasanya mereka harus membaca dua kisah yang berbeda dalam satu buku. Ditambah sinopsis  pada bagian belakang buku ditulis bukan secara keseluruhan, namun yang ditulis adalah sinopsis salah satu kisah saja.

Kelebihan 

Kelebihan dari novel mini ini adalah kedua ceritanya berhasil membuat pembaca panasaran akan jalan cerita dan kejadian yang akan terjadi. Selain itu cerita yang disajikan sangat menyentuh perasaan pembaca dan membuat pembaca seakan-akan menyaksikan secara langsung kejadian tersebut. Dan bukan hanya itu saja, cerita yang disajikan seolah-olah menghinoptis pembaca untuk membuka pikirannya bahwa kecantikan seorang wanita bukanlah hal nomor satu yang harus diperhtikan untuk menjadi seorang istri yang baik dan sholehah. Dan membuka pikiran pembaca bahwa jodoh itu telah ditentukan oleh Allah SWT. Dan kelebihannya yang terakhir adalah banyak terdapat pesan moral dan agama yang terkandung didalam novel ini.

Kesimpulan
 
Dari novel yang di buat oleh Habiburrahman El Shirazy ini, saya dapat mengambil beberapa pelajaran hidup yang penting, salah satunya kita harus benar-benar percaya dan beriman kepada qada dan qadar Allah, menghargai semua pemberian-Nya dan mensukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Dan juga kita harus selalu berfikir positif bahwa segala sesuatu yang telah Tuhan berikan pasti ada sisi terbaiknya, dan tentulah itu rencana Tuhan yang terbaik untuk kita. Dan yang terakhir, kita sebagai anak yang baik dan soleh haruslah berbuat baik dan berusaha membuat kedua oranng tua kita bahagia.

Saran

Alangkah lebih bagus jika novel ini hanya memiliki satu judul di dalam satu buku, sehingga pembaca tidak kaget atau kebingungan jika terdapat cerita lain di dalam novel ini. Namun jika ingin membuat lebih dari satu cerita di dalam satu buku, sebaiknya penerbit atau pengarang membuat judul atau sampul dengan pemberitahuan terlebih dahulu seperti “kumpulan novel mini” atau pemberitahuan lainnya yang tardapat disampul depan novel.








Meldi Romadhani

Bagikan

Jangan lewatkan

Resensi Novel Pudarnya Pesona Cleopatra
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.