Thursday, December 24, 2015

Resensi Novel Edensor


Edensor

Judul Buku          : Edensor

Penulis                 : Andrea Hirata

Negara                 : Indonesia

Bahasa                 : Indonesia

Genre                   : Roman

Penerbit               : Yogyakarta: Bentang Pustaka

Tahun terbit         : 2013

Halaman              : xii, 288 halaman

ISBN                   : ISBN 978-602-7888-98-2


Cerita ini merupakan lanjutan dari novel Laskar Pelangi, dan lalu Sang Pemimpi. Novel ini menceritakan tentang petualangan serta perjuangan Ikal dan sahabatnya Arai yang mendapatkan beasiswa di Prancis, yang diberikan oleh Uni Eropa, untuk melanjutkan kuliah S2 mereka. Mimpi mereka yang diidam – idamkan akhirnya terwujud, yaitu berjalan – jalan menjelajahi Eropa dan sebagian Afrika.

Perbedaan budaya antara Indonesia dan Eropa adalah salah satu kendala yang pada umumnya dialami orang – orang kita. Banyak kebiasaan orang Eropa yang sangat berbeda dengan budaya yang orang – orang kita miliki. Begitu pula dengan Ikal dan Arai, mereka perlu beradaptasi agar mampu bertahan hidup dan memiliki banyak relasi yang baik dengan orang – orang disana.

            Awal mula ceritanya di Eropa yaitu ketika ia berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, berangkat menuju Belanda. Sesampainya di Belanda mereka bertemu Ms. Famke. Awalnya mereka berniat untuk menginap di penginapan. Akan tetapi, karena mereka tidak mengonfirmasi terlebih dahulu, jadinya mereka diusir dan disuruh menginap di tempat lain. Setelah beberapa minggu, mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Belanda dan pergi ke Prancis.

            Di Prancis, mereka akhirnya melanjutkan pendidikan mereka. Mereka Bertemu dari orang – orang dari berbagai macam negara dan bangsa. Beberapa bulan kemudian, Ikal menjalin hubungan dengan Katya, wanita yang berasal dari Jerman yang ia temui. Secara fisik, Katya memang lebih unggul dari A Ling. Namun, Ikal tetap saja tidak bisa melupakan dan masih selalu terbayang A Ling dalam pikirannya. Yang akhirnya membuat hubungan Katya dan Ikal harus berakhir, dan memutuskan untuk berteman saja. Ikal hanya tahu A ling melanjutkan pendidikannya di sekolah tata busana, dan juga A ling sangat ingin pergi ke Edensor, tempat yang sangat ia idam-idamkan.

            Dalam liburan musim panas kali ini, Ikal dan teman – temannya memutuskan untuk taruhan mengelilingi Eropa selama 3 bulan. Jika ada yang sanggup mengelilingi Eropa, maka ialah yang jadi pemenangnya. Sebenarnya, tujuan Ikal melakukan taruhan ini, semata – mata hanya untuk mencari A ling. Bersama sahabatnya, Arai, ia memulai perjalanannya dari Belanda, dan lalu ia telah mengelilingi negara – negara di Eropa, yang pemandangannya yang sangat indah. Sayangnya, ia tak bisa melanjutkan taruhannya untuk mengelilingi Eropa karena Arai terkena penyakit pada paru – parunya yang membuat Arai harus segera dipulangkan ke Indonesia. Di sisi lain, dosen pembimbing Ikal tak lama lagi akan pensiun, dan Ikal disarankan agar ikut bersamanya ke kota Sheffield di Inggris. Di perjalanan ia memutuskan untuk berhenti sejenak dan ternyata tempat ia berhenti itu adalah Edensor, tempat yang A ling idam – idamkan itu.


    Kelemahan

Kelemahannya yaitu penggunaan bahasa yang digunakan sangatlah sulit untuk dipahami, karena menggunakan banyak bahasa kiasan. Sangat disayangkan jika tidak dibuat dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dan normal, karena akan sangat membantu untuk pembaca amatir.

    Kelebihan

Bagi para sastrawan yang sangat suka membaca novel yang mempunyai banyak bahasa kiasan, novel inilah yang sangat cocok. Alur yang sangat sederhana, bisa membuat para pembaca benar – benar merasakan apa yang dialami tokoh, adalah ciri khas dari novel tersebut. Mampu membuat pembaca penasaran dengan apa yang ada didalamnya.

    Kesimpulan

Dari novel yang di buat oleh Andrea Hiarata ini, saya akhirnya bisa menyimpulkan bahwa, jika kita ingin benar – benar menggapai cita – cita kita janganlah kita gantung setinggi tiang bendera tapi gantunglah setinggi – tinggi yang kita bisa gapai dan bahkan diluar kemampuan batas kita. Dengan begitu, kita bisa mengetahui batas kemampuan kita.


    Saran

Menurut saya, sebaiknya kata – kata kias atau yang sangat jarang digunakan sehari sebaiknya dikurangi, karena akan membuat pembaca bingung dalam membaca.

Bagikan

Jangan lewatkan

Resensi Novel Edensor
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.